No menu items!
26.1 C
Watampone
Selasa, 7 April 20

Yabelale, Paseng Riati Orang Bugis Masa Lalu

Artikel Terbaru

Meskipun tidak sakit keluar rumah wajib pakai masker

Pemerintah Indonesia menganjurkan penggunaan masker meski tidak sedang sakit. Masker kain lebih disarankan. "Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua....

Penipuan Tawaran “Internet Gratis 20 GB selama 60 Hari” di WhatsApp

Wabah virus corona membuat sejumlah pekerja diwajibkan untuk bekerja dari rumah dan pelajar pun diminta untuk belajar dari rumah. Namun, ada saja pihak yang memanfaatkan...

Refleksi Sejarah Perjalanan Tana Bone

Seperti biasanya Hari Jadi Bone diperingati setiap tanggal 6 April dirayakan secara hidmat dan meriah. Sepanjang jalan umbul-umbul terpasang dari kota hingga pelosok desa. Gemuruh...

Apakah Kamu Bukan Tipe Pendendam? Coba buktikan

Dalam hidup tidak selamanya semua berjalan sesuai keinginan kita. Kita sudah merencanakan namun tetap Tuhan yang menentukan. Kita sudah berbuat baik kepada orang lain namun...

Andi Fahsar bukan tipe orang pendendam

Tentang persahabatan, memang sangat manis untuk di bibir. Tapi sangat sulit mewujudkannya. Sehingga tak salah kata orang bijak, bahwa satu musuh itu terlalu banyak...

Apa yang Anda lakukan agar terhindar petir, Ini jawabannya

Musim hujan atau musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim...

Google Merilis Pergerakan Ponsel Pengguna Selama Wabah Virus Corona

Pandemi virus cirona membuat pemerintah di berbagai negara mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah untuk menekan angka penyebaran virus corona di wilayahnya. Hal tersebut...

Seorang Pria Lanjut Usia Kendarai Mobil Mewah Bagikan Beras Hingga Uang Tunai di Jalan

Belum lama ini dunia maya dihebohkan dengan video yang menjadi viral karena sebuah unggahan. Unggahan video tersebut memperlihatkan seorang pria dengan mengendarai sedan mewah membagikan...

Disebut Negara Adidaya Tapi Kebingungan Hadapi Tentara Corona

Dicap Sebagai Negara Adigdaya, Nyatanya AS Kelabakan Saat Diserang Wabah Corona, Pemerintah Sampai Tega Lakukan Ini Pada Para Gelandangan Amerika Serikat sedang bingung bukan main....

Download Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang Penggunaan Bilik Disinfeksi Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfeksi di kalangan masyarakat umum, terkait pencegahan infeksi virus corona atau Covid-19. Larangan ini tertuang Surat Edaran Nomor:...

Budaya berhubungan erat dan memengaruhi pola asuh sebagian masyarakat. Di kalangan Bugis contohnya, tradisi menidurkan bisa menjadi tak lazim bagi sebagian orang, ketika melihat seorang anak tidur dalam posisi duduk di dalam ayunan ditambah leher terikat dengan kain. Dan, uniknya, si kecil tetap tidur lelap tanpa merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

Pada dasarnya fungsi mengayun adalah untuk membuat anak lebih nyaman dalam buaian. Dalam kondisi tidur dengan ayunan anak bisa menjadi nyenyak atau bahkan lebih pulas. Ditambah lagi dengan menggunakan kain membuat anak lebih nyaman dan dingin.

Di kalangan Bugis Bone, jika mengayunkan anak biasanya pada posisi horizontal. Namun bisa saja jika anak tidur dalam posisi vertikal duduk, sehingga pada kondisi tersebut alat bantu diperlukan untuk membuat anak tetap aman di dalam ayunan. Mengingat badan bayi atau anak pada kondisi agar tidak terjatuh ketika terlelap, serta tentu tidak terlalu erat dan mencekik anak.

Namun, menurut tetua Bugis Nene’ Biba ketika menggunakan metode seperti ini, yang pertama adalah ibu harus memerhatikan usia buah hati. Minimal anak berusia empat bulan atau ketika sudah bisa menopang kepalanya dengan baik. Lebih baik lagi ketika anak berusia delapan bulan. Dan, yang pas adalah ketika anak sudah bisa duduk.

Pertimbangan tersebut didasarkan pada ketahanan si buyung ketika menahan tubuhnya saat tidur. Juga, demi menghindari cedera sekaligus mempertimbangkan kekuatan menyangga leher. Selain itu perhatikan juga ritme ayunan, diselaraskan dengan tarikan napas bayi atau anak. Tidak terlalu kencang ataupun terlalu lambat.

Menurut Nene’ Biba, Mengayunkan anak juga tidak boleh ketika sehabis makan atau minum. Ini untuk menghindari anak muntah (callengnge) bahkan tersedak. Karena itu harus diperhatikan kondisi buah hati sebelum diayun. Pengawasan dilakukan tidak saja ketika bayi terjaga akan tetapi harus melakukannya juga ketika bayi tertidur. Pada suatu kondisi tertentu bayi  mungkin akan mengalami tidur gelisah yang ditandai dengan tidak nyaman dengan posisi tidurnya, bayi cenderung berguling guling, napas tidak teratur dan tubuh cenderung tegang.

Menurut Nene’ Biba, Dulu semasa kecilku beliau sering menidurkan aku disertai lantunan lagu ninabobok (Yabelale). Dalam bahasa Bugis Bone lagu untuk menidurkan anak dinamakan Yabelale. Contoh lagu Yabelale antara lain Ininnawa Sabbarae, dan Paseng Riati. Sang ibu terkadang menyanyi sambil terkantuk-kantuk demi sang anak atau bayinya.

Dengarkan lagu Yabelale di sini

(Mursalim)

Artikel Berikutnya

Berikan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here

Komentar Pembaca

Tulisan Populer

Filosofi huruf lontara’

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...